AGRONOMI dan HORTIKULTURA IPB SEBAGAI  JEMBATAN EMAS DALAM BERKARYA MEMBANGUN KAMPUNG HALAMAN

KABUPATEN GARUT

TATA TENGTREM KERTA RAHARJA

Pola pikir untuk berniat  berkarya membangun daerah, itulah salah satu alasan yang mungkin dapat dijadikan pembenaran bagi diri saya apabila ditanya mengapa  saya  memilih departemen agronomi dan hortikultura di Institut Pertanian Bogor dalam melanjutkan pendidikan setelah lulus dari SMA, hal tersebut bagi saya pribadi dijadikan alasan karena  tempat tinggal saya dengan  mayoritas 90% daerah pertanian yang mendorong saya untuk membulatkan tekad untuk menuntut ilmu  di Agronomi dan Hotikultura. Selain itu ada juga pertimbangan lain diantaranya, sistem  pertanian di daerah belum sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para petani, bahkan lebih jauhnya Perkembangan pertanian di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, banyak sekali masalah terjadi di daerah saya yang mayoritas berkaitan  pada sektor pertanian , misalnya masalah pemalsuan pupuk, masalah  pemalsuan benih, ketidak jelasan sertifikasi benih unggul, kebijakan kebijakan yang cenderung memberatkan kaum petani, bahkan yang masalah yang sangat klasik adalah stabilitas harga produk pertanian yang rendah sehingga menyulitkan petani untuk bisa hidup layak sebagaimana mestinya.

Semua masalah pertanian yang dipaparkan tersebut merupakan masalah klasik yang sampai sekarang belum ada penanganan yang bisa memberikan pencerahan bagi petani, lantas apakah kita hanya bisa diam melihat hal tersebut terjadi begitu saja, itulah pertentangan yang terjadi dalam batin saya pada waktu itu, kita sudah mengetahui permasalahan yang terjadi , sekarang salah satu solusinya adalah dengan bergerak dari permasalah tersebut dan bersama sama memecahkanya, langkah awal yang dapat kita tempuh dapat dicapai  dengan membangun sumber daya manusia yang unggul dalam segala bidang diantaranya bidang pertanian, namun saya sendiri juga  berfikir, tidak bisa membangun  dengan diri sendiri tanpa diimbangi pengetahuan yang memadai, oleh sebab itu saya berniat untuk belajar dan menambah wawasan saya di Agronomi dan Hortikultura, harapanya setelah masuk Agronomi saya dapat mengembangkan pola pikir dan dapat menyerap segala ilmu yang dipelajari, apalagi posisi sekarang kita sebagai pemuda yang harapanya  menjadi tonggak pergerakan dalam melakukan perubahan kearah yang lebih baik.

Hal yang tidak boleh dilupakan adalah  hadirnya Para pemuda  yang cinta pertanian yang harapanya dapat menjadi teladan bagi yang lain, dimana kita melihat sangat ironis sekali bila melihat di lapangan bahwa minat generasi muda yang sangat rendah  sekali untuk berkecimpung di dunia pertanian, dan itu juga merupakan PR bagi saya pribadi sebagai mahasiswa agronomi untuk dapat mengajak para pemuda yang  memiliki potensi untuk membangun bangsa ini lebih baik, selai itu sebagai pengingat kembali bahwasanya kita tidak boleh lupa akan saran yang diberikan oleh Prof. Soleh Solehudi selaku Guru besar Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor  beliau berpesan bahwanya Mahasiswa khususnya mahasiswa pertanian  adalah embrio terbentuknya masyarakat pertanian yang berbasis ilmu pengetahuan.yang harus menerapkan ilmu pertanian yang hakiki dimanapun dan kapan pun.

Mungkin kita juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada para pemuda yang merasa tidak berminat pada sektor pertanian, kemungkinan mereka belum mengetahui hakikat dan keuntungan terjun dibidang pertanian,  menyikapi hal tersebut harapanya kita  bersama sama belajar dan memahami akan prospek yang sangat cerah di ranah pertanian , bersama sama menjadi garda terdepan dalam memajukan pertanian,kita niatkan setelah belajar dan menyerap ilmu di agronomi dan ilmu ilmu lainya, kita bisa menjadi seorang yang professional yang dapat mengembangkan, mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Hortikultura dan di berbagai bidang usaha lainya untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Mungkin itu salah satu tujuan yang ingin saya capai untuk dalam memilih agronomi dan hortikultura sebagai  jurusan saya, namun yang harus diingatkan untuk diri saya sendiri adalah berusaha agar tidak  lupa pada tujuan awal berjuang  menuju Agronomi dan hortikultura yaitu, untuk berusaha bersama sama membangun daerah, karena bila kita sudah mengetahui pengalaman dan permasalah yang terjadi di daerah, berusaha untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut sembari berniat untuk membangun sumber daya manusia yang berlandaskan pengetahuan dan mengarahkanya dalam jalur yang sesuai salah satunya pertanian, maka sangatlah tepat kiranya Agronomi dan Hortikultura menjadi pelabuhan saya dalam menimba ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam mencapai impian serta  harapan yang selama ini saya usahakan yakni berkarya membangun kampung halaman.

Referensi:

http://wartabepe.blogspot.com/2010/05/perhorti.html

http://wartabepe.blogspot.com/2010/05/perhorti.html

http://ngepaslor.wordpress.com/2009/03/08/pemuda-pemuda-yang-bangga-menjadi-petani-generasi-baru/

http://gogogoagriculture.blogspot.com

saya di bimbing oleh yoga setiawan

http://yogas09.student.ipb.ac.id/

icdf taiwan merupakan perusaan swasta asing yang bekerjasama deng UF IPB

assalamualaikum

ipb menggunakan linux untuk servernya dan menghubungkanya ke seluruh ipb

waalaikumsalam

saya masuk pelajaran praktik penerapan komputer hari rabu

welcome

penkomers

sekarang saya dapat pelajaran baru dalam teknik penerapan komputer yang dibimbing oleh kaka kaka ilkomers ipb